Archive for December, 2005

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

Wednesday, December 21st, 2005

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? "Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

MotHer’s Day..

Wednesday, December 21st, 2005

Thank You Mom…for everything you done in my life…

Thank You so much!!!

Kadang aku jengkel padamu…dengan segala aturanmu. Larangmu. Petuah-petuah mu yang rasanya membatasi.  Membuat aku sempit. Tidak bisa bergerak.  Rasanya semua terlalu konservatif.  Tidak mengerti dengan segala keinginanku yang memang berbeda dengan jaman dan pandangan beliau.

Beliau…dengan segala nasehat indahnya.  Dengan segala larangannya.  Dengan semua makanan enak yang beliau masak, semua baju-baju indah yang beliau jahit.  Dengan rumah yang selalu bersih olehnya.  Dengan segala kekhawatirannya.  Dengan segala semangat yang diberikannya.  Dengan jutaan doa untuk anak-anak dan keluarganya.  Dengan miliaran kasih sayang dan sentuhan lembutnya.  Dengan semua airmata yang tercurah untuk keluarga.  Dengan tawanya yang menyejukkan jiwa.  Dengan kemarahannya yang menakutkan.  Dengan pandangannya yang mengelus namun kadang juga menampar.  Dengan segala kebijaksanaan dan pertimbangan yang membuat keluarga ini tetap berjalan.  Dan dengan semua yang ada didirinya…sungguh, beliau sangat mengagumkan.

Akankah aku bisa mewarisi sedikiiiit saja kehebatan sosok itu?

Kuingin bisa mewarisi semua kehebatan ibu.

Mom…nanti kalau aku pulang…aku mau memeluk mama, mau merasakan masakan mama, mau jalan-jalan dengan mama.  Lalu kita bisa ngobrol lagi..tentang kehidupan.

I Love U Mom…

My next destination?

Monday, December 12th, 2005

Hidup memang penuh dengan pilihan.  Manusia bahkan berjuang untuk bisa memilih, untuk memiliki kemerdekaan memilih.

Namun terkadang..memilih adalah pekerjaan yang sangat berat.  Ketika semua resiko harus ditimbang.  Ketika tidak semua hal yang diinginkan bisa didapat…

Jalan mana yang harus aku pilih? Ketika semuanya terlihat indah untuk dilalui…

Sesuap nasi…

Monday, December 12th, 2005

Bayangin…buat sesuap nasi orang mau ngelakuin banyak hal…Kerja keras.  Kerja 12 jam sehari atau bahkan lebih.  Pergi pagi pulang malam.  Tinggal di tempat yang belum pernah terbayang sebelumnya.  Atau mengalahkan ketakutan terbesar di dalam dirinya…untuk bisa mendapat kerja…dan gaji..dan sesuap nasi dari gaji itu.

Banyak yang gak bisa tidur karena mikirin belum dapet kerjaan….Stress.  Mudah tersinggung.  Atau malah murung.

Ada yang umurnya sama tapi gajinya beda 6 kali lipat…Nasib yang membedakan katanya.  Apa iya? Apa bukan hanya karena usaha yang dilakukan kurang maksimal? Atau memang ada maksud dibalik semuanya?

Semuanya didasari oleh satu kata..tanggung jawab.  Pada diri sendiri dan pada keluarga.  Tanggung jawab pada orang-orang yang dicinta. 

Demi cinta…

Sepotong janji

Friday, December 9th, 2005

Ketika janji telah dibuat, hari terasa cepat…

Hhmmm…aku ingin segera bertemu…denganmu.

Walaupun ada pertemuan selalu ada perpisahan….walaupun pertemuan sehari, akan diikuti perpisahan berbulan-bulan…

Masih saja aku tersenyum, di sepanjang hari menuju pertemuan itu.  Dan akupun merasa, seluruh beban menjadi ringan, seluruh dunia menjadi riang.

Sepotong janji…ternyata membawa berjuta perubahan..berjuta kesenangan…berjuta kesyukuran…

How Difficult is English Language?

Thursday, December 8th, 2005

This day…i meet one of my friend in Yahoo messenger.  He ask me to speak to him in difficult vocabs. I said, i don’t any difficult language.  And he speak to me in a really difficult language.  Then i realize that english is REALLY…REALLY…a difficult language.  Not just about the vocabulary, the prounounciation also make me got a headache!!!

What Kind of Sport do U pRefer?

Wednesday, December 7th, 2005

Kalo gak olahraga, badan gak seger.  Jadi gampang sakit.  Jadi gak semangat. 

Tapi kalo olahraga gak bener, juga bikin badan gak enak.  Otot pegel.   Kadang juga ada yang keseleo.  Mungkin karena olahraga yang terlalu bersemangat.  Atau pemanasan yang gak sesuai.  Atau olahraga yang gak disesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. 

Kayak sekarang ini.  Punggung rasanya sakit banget.  Kenapa yah? Apa karena badminton minggu lalu? or simply b’coz salah posisi pas tidur?

I’m wondering.. olahraga apa ya yang cocok buat kita? Or, yang cocok buat aku. Karena ya itu tadi, gak olahraga badan pegel, Olahraga juga kadang malah bikin badan semakin patah2.  Kayaknya so far cuman senam or aerobik yang selamat.  Tenes bikin tangan sakit.  Golf bikin telapak lecet.  Bulutangkis bikin punggung pegel.  Ini sih kayaknya yang salah yang olahraga ya? Terlalu bersemangat yang tidak disalurkan dengan bener kayaknya. Hahahaha…

Mungkin yang paling sesuai dengan aku itu olahraga yang berhubungan dengan air (mentang-mentang bintangnya Pisces, ikan yang berenang-renang di air).  Aku suka banget renang.  Walaupun gak jago, tapi tetep suka.  Pengen juga nyobain arung jeram tapi dilarang ortu.  Bahaya kata mereka.  Well, someday i’ll try it…

Still…one biggest question.  What kind of sport is the most suitable for me???

Tree of Love

Monday, December 5th, 2005

From the seed of this day

Let their love grow

As the tree grows

Reaching down, to build strong roots

Reaching out, to provide comfort and sustance

Reaching up, to seek the Grace of God

Let their love grow

As the tree grows, deeper, wider, stronger with each passing year

(Sandra E. Mc. Bride)

Magelang

Monday, December 5th, 2005

Jumat Sabtu kemaren abis dari Magelang..adem …enak…jadi inget Malang

Disana yang terkenal getuk nya..getuk trio.  Trus wajik…wajik week (baca:wik,red).  Trus Tahu Pojok.  Trus bakso yang enak juga ada.

Hmmmm…jadi laper (^_*)